Kembali
19 Apr 2026

Siswa Madrasah Se-Jawa Timur Unjuk Gigi: Mengukir Prestasi Lewat Sejarah Kebudayaan Islam di OLIMPABA 2026

Pada bidang SKI, sebanyak 38 Kabupaten/Kota mengirimkan putra-putri terbaiknya yang telah lolos dari penyaringan ketat di tingkat daerah. Sebanyak 114 finalis yang merupakan juara 1, 2, dan 3 di tingkat kabupaten berkumpul di Surabaya dengan satu misi: membuktikan kedalaman literasi mereka terhadap linimasa peradaban Islam

SURABAYA – Gedung Sport Center UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menjadi saksi perjuangan ratusan siswa berprestasi pada Sabtu, 18 April 2026. Mereka datang untuk berkompetisi dalam Grand Final Olimpiade PAI dan Bahasa Arab (OLIMPABA) tingkat Provinsi Jawa Timur yang digagas oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI dan Bahasa Arab. Salah satu cabang yang paling menyedot perhatian adalah bidang Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) tingkat Madrasah Aliyah.

 

Pada bidang SKI, sebanyak 38 Kabupaten/Kota mengirimkan putra-putri terbaiknya yang telah lolos dari penyaringan ketat di tingkat daerah. Sebanyak 114 finalis yang merupakan juara 1, 2, dan 3 di tingkat kabupaten berkumpul di Surabaya dengan satu misi: membuktikan kedalaman literasi mereka terhadap linimasa peradaban Islam.

Persaingan berlangsung sangat kompetitif. Para peserta tidak hanya diuji mengenai hafalan tahun atau nama tokoh, tetapi juga kemampuan analisis kritis terhadap nilai-nilai keteladanan, strategi dakwah, hingga kontribusi ilmuwan muslim masa lampau terhadap kemajuan dunia modern.

Keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran MGMP SKI MA Jawa Timur. Sebagai wadah bagi para pendidik, MGMP telah bertransformasi menjadi motor penggerak dalam memetakan minat dan bakat siswa. Melalui standarisasi kompetisi yang ketat dan penyusunan instrumen soal yang berstandar tinggi, MGMP memastikan bahwa SKI bukan lagi dianggap sebagai mata pelajaran hafalan yang kaku, melainkan pelajaran yang dinamis dan penuh inspirasi.

Ketua MGMP SKI MA Jawa Timur, Dr. A. Farid Dzulfiqar, M.Pd., mengungkapkan bahwa ajang ini adalah puncak dari pembinaan berkelanjutan di tingkat madrasah.

"Kami di MGMP berkomitmen menyediakan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi jati diri mereka melalui sejarah. 114 finalis hari ini adalah bukti bahwa minat generasi muda terhadap sejarah kebudayaan Islam sangatlah besar jika diberikan wadah yang tepat," ujarnya dengan nada bangga.

Setelah melalui proses penilaian yang teliti dan transparan, muncul nama-nama siswa yang berhasil menunjukkan dominasinya. Berikut adalah daftar lengkap peraih medali di bidang SKI:

Medali Emas (Juara Utama):

  • Alif Arly Afhianto – MA Muhammadiyah Trenggalek
  • Khoirun Nisa' – MAN 3 Blitar
  • Muhammad Attar Aulia Refansyahid – MAN 1 Trenggalek

Medali Perak:

  • Ahmad Putra Afenio – MAN 2 Nganjuk
  • Naryama Sinatriya – MAN 4 Jombang
  • Habib Rizeq Alkatiri – MAN 2 Bojonegoro

Medali Perunggu:

  • R. Rangga Syarifyusran Aly – MAN Kota Surabaya
  • Falih Zidan Rabbani Hidayatulloh – MAN 2 Jombang
  • Aluna Silvi Urbita Oktavia – MAN 2 Kota Kediri

Ajang OLIMPABA 2026 ini bukan sekadar tentang medali dan sertifikat. Lebih dari itu, kompetisi ini adalah upaya kolektif untuk memastikan bahwa "api" sejarah Islam tetap menyala di hati para siswa. Dengan pemahaman sejarah yang kuat, diharapkan para finalis ini mampu memetik nilai-nilai moderasi dan inklusivitas untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dr. A. Farid Dzulfiqar menutup dengan pesan reflektif, bahwa setiap langkah 114 finalis di Sport Center UINSA adalah langkah menuju masa depan Indonesia yang lebih beradab, yang dibangun di atas fondasi pengetahuan sejarah yang kokoh.